DIABETES MELITUS

Diabetes melitus merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik kenaikan kadar gula darah yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kelainan kerja insulin atau kedua-duanya. Insulin, suatu hormon yang dibuat oleh kelenjar pankreas, berperan dalam menurunkan glukosa darah dengan cara :

  1. Meningkatkan jumlah glukosa yang disimpan didalam hati.
  2. Merangsang sel-sel tubuh agar menyerap glukosa
  3. Mencegah hati mengeluarkan terlalu banyak glukosa.

Gejala Diabetes Melitus :

  1. Sering buang air kecil (Poliuria)
  2. Mudah lapar (Polifagi) dan haus (Polidipsi)
  3. Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
  4. Penglihatan kabur
  5. Kulit terasa kering dan gatal
  6. Cepat lelah dan mengantuk
  7. Impoten
  8. Kesemutan
  9. Melahirkan bayi > 4 kg

Lima Langkah Penting Dalam Mengontrol Kadar Glukosa Darah:

  1. Edukasi berkelanjutan (Mengikuti penyuluhan, seminar awam, dsb)
  2. Perencanaan Makan (3J : Jadwal makan, Jenis makanan, Jumlah kalori)
  3. Aktifitas fisik/Olahraga teratur
  4. Periksa kadar glukosa darah dan konsultasi medis
  5. Intervensi Medikamentosa(obat, insulin)

Tiga Langkah Perencanaan Makan Untuk Menjaga Kadar Gula Darah:

  1. Komposisi Makanan Yang Dianjurkan

Perhitungan jumlah karbohidrat, lemak dan protein untuk memenuhi asupan nutrisi dalam sehari bagi penyandang diabetes melitus:

  • Karbohidrat : komposisinya  45 – 65% x total kalori harian
  • Lemak : komposisinya 20 – 25%x total kalori harian
  • Protein : komposisinya 10 – 20% x total kalori harian
  • Natrium : tidak > 300 mg  atau sama dengan 6-7 g (1 sendok teh) garam dapur
  • Serat :  25 gr/ 1000 kkal/hr
  • Pemanis alternatif : penggunaan fruktosa sebagai pemanis alternatif tidak dianjurkan pada penderita diabetes melitus karena efek samping pada lemak darah.

2. Hitung Kebutuhan Kalori Harian

  • Hitung Berat Badan Ideal (BBI) berdasarkan rumus Brocca yang dimodifikasi. 

       BBI = 90% x (Tinggi Badan – 100) x 1 kg

       Untuk pria dengan TB < 160 cm dan wanita < 150 cm dihitung dengan rumus:

        BBI = (TB – 100) x 1 kg

  •  Hitung Kebutuhan Kalori Basal (menggunakan BBI)

       Pria = BBI x 30 kkal

       Wanita = BBI x 25 kkal

  •  Tambahkan faktor aktifitas dan stress pada kebutuhan kalori basal

        – Tambahkan 10 – 20% pada aktifitas ringan

        – Tambahkan 20 – 30% pada aktifitas sedang

        – Tambahkan 40 – 50% pada aktifitas berat

  • Kurangi perhitungan kalori basal pada kondisi kelebihan BB dan disesuaikan dengan usia

3. Be “Carb- Smart”

  • Pemilihan jenis karbohidrat yang baik
  • Pemilihan jenis karbohidrat dapat digunakan indeks glikemik

Tentang gizirsupsanglah

Institusi gizi di bawah kemenkes RI
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s